Saturday , 27 November 2021
Home » Berita » Publikasi Laporan Kedelapan Transparansi Pendapatan Negara dan Pendapatan Daerah dari Industri Ekstraktif Indonesia berdasar standar EITI di tengah Pandemi Covid-19

Publikasi Laporan Kedelapan Transparansi Pendapatan Negara dan Pendapatan Daerah dari Industri Ekstraktif Indonesia berdasar standar EITI di tengah Pandemi Covid-19

Jakarta, 31 Maret 2021, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Laporan Transparansi Pendapatan Negara dan Pendapatan Daerah dari Industri Ekstraktif yang dapat disebut Laporan EITI Indonesia Kedelapan Tahun 2018 berdasar standar EITI ini berbeda dengan laporan pada tahun sebelumnya dikarenakan dampak pandemi COVID-19, namun semangat transparansi industri ekstraktif tetap terjaga sebagai bentuk amanah yang telah diberikan. Untuk memudahkan penyusunan laporan tahun 2018, Sekretariat EITI International mengeluarkan panduan penyusunan laporan yaitu flexible report. Panduan ini tetap mengacu pada StandartEITI 2019 namun meniadakan kegiatan rekonsiliasi data. Implementasi standar pelaporan EITI di Indonesia terpengaruh dari kebijakan pemerintah dalam rangka penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Dalam hal ini, pemerintah menerbitkan Perpres No. 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Pemulihan Ekonomi Nasional, yang antara lain membubarkan beberapa lembaga negara salah satunya Tim Transparansi Industri Ekstraktif yang dibentuk berdasarkan Perpres No. 26 tahun 2010 yang kemudian pengelolaannya diserahkan ke Kementerian Sumber Daya Mineral serta Kementerian Keuangan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Laporan transparansi Industri Ekstraktif Indonesia Kedelapan Tahun 2018 terdiri dari 3 buku yaitu: Ringkasan Eksekutif, Kontekstual, dan Lampiran Data.

Informasi kontekstual memberikan gambaran secara menyeluruh tentang kerangka hukum dan mekanisme tata kelola sektor migas dan minerba, jenis kontrak/izin dan proses lisensi yang ada, serta pembayaran-pembayaran dan skema pembagian hasil antara perusahaan-perusahaan dengan pemerintah di tingkat pusat dan daerah. Serta informasi dampak Pandemi Covid-19 terhadap industri ekstraktif di Indonesia berupa dampak terhadap produksi dan penerimaan negara, upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 pada industri ekstraktif.   Rincian laporan hasil pengumpulan data-data dari perusahaan pelapor transparansi terkait penerimaan negara di tahun 2018 dikemas pada laporan buku ketiga. Penerimaan tersebut menyangkut penerimaan pajak dan non pajak.

Dokumen lengkap berita ini dapat diunduh disini

File Laporan Transparansi Pendapatan Negara dan Pendapatan Daerah dari Industri Ekstraktif dapat diunduh disini