Tuesday , 18 January 2022
Home » Berita » Kick Off Meeting Penyelesaian Laporan EITI 2014
Kick Off Meeting Penyelesaian Laporan EITI 2014

Kick Off Meeting Penyelesaian Laporan EITI 2014

Setelah lebih dari lima bulan sejak dimulainya proses perekrutan Independent Administrator (IA) yang dimulai akhir Juni 2016 lalu, akhirnya Tim Pelaksana EITI (Extractive Industries Transparency Initiative) menetapkan PT Ernst and Young (EY) sebagai IA yang akan menyelesaian Laporan EITI 2014. EY dituntut untuk dapat menyelesaikan Laporan EITI 2014 selama 11 minggu atau 2 setengah bulan, yang dimulai sejak tanggal 5 Desember 2016 hingga 20 Februari 2017. Tim Pelaksana menyetujui EY yang akan bekerja sebagai IA pada Rapat Tim Pelaksana yang diadakan di Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada hari Senin, 5 Desember 2016.

 Sepuluh orang anggota Tim EY hadir dalam Rapat Tim Pelaksana yaitu lima orang key experts dan lima orang staf. Mereka memaparkan rencana kerja untuk penyelesaian Laporan EITI yang waktunya sangat sempit. EY membagi tahap-tahap penyelesaian laporan menjadi preliminary analysis, pengumpulan data, rekonsiliasi, investigasi discrepancy, dan laporan final. Project Manager EY, Izhari Mawardi mengatakan bahwa penyelesaian Laporan EITI 2014 merupakan salah satu prioritas dari EY, sehingga mereka mengerahkan sumber daya yang cukup banyak untuk dapat menyelesaikan laporan tepat waktu.

 Untuk dapat memenuhi tenggat waktu penyelesaian laporan hingga final, EY telah menargetkan penyelesaian beberapa tahap laporan. Laporan awal atau Inception Report diharapkan dapat diselesaikan pada tanggal 19 Desember 2016, Laporan Initial Reconciliation pada 23 januari 2017, draft Laporan EITI pada 13 Februari 2017, dan Laporan Final versi bahasa inggris  diharapkan dapat selesai pada tanggal 24 Februari 2017. Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Kemenko Bidang Perekonomian yang juga merupakan Ketua Tim Pelaksana EITI, Montty Girianna menyarankan agar EY lebih bekerjasama dan berkoordinasi dengan instansi-instansi yang dapat membantu penyelesaian Laporan EITI seperti SKK Migas dan Ditjen ESDM, Kementerian ESDM. Koordinasi dengan instansi-instansi tersebut terutama untuk pengumpulan template dari entitas perusahaan pelapor, yang terdiri dari 120 perusahaan mineral dan batubara (minerba) dan 72 perusahaan minyak dan gas (migas).

 Sebelum dimulainya penyelesaian Laporan EITI oleh EY, Sekretariat EITI telah membantu menyiapkan surat rekomendasi dari SKK Migas dan Ditjen Minerba, Kementerian ESDM untuk dikirimkan ke perusahaan-perusahaan entitas pelapor. Walaupun sebagian perusahaan pelapor telah menyampaikan template yang berisi informasi pembayaran perusahaan ke negara,  namun Sekretariat EITI tetap menjadwalkan sosialisasi pengisian template Laporan EITI untuk perusahaan-perusahaan pelapor pada 13 Desember 2016. Hal ini dilakukan untuk memberikan penjelasan kepada perusahaan-perusahaan yang masih belum paham cara pengisian template yang berisi informasi pembayaran perusahaan ke negara.

 Laporan EITI 2014 diharapkan dapat selesai pada akhir Februari 2017 yang mana sudah melampaui batas waktu penyelesaian laporan yang telah ditetapkan Standar EITI yaitu di akhir 2016. Konsekuensi dari kegagalan menyelesaikan Laporan EITI 2014 di akhir tahun 2016, membuat Indonesia otomatis terkena suspensi dari keanggotaan EITI. Indonesia akan berusaha untuk tak terkena sanksi tersebut dengan akan mengirimkan permohonan perpanjangan batas waktu penyelesaian Laporan EITI 2014 ke Sekretariat Internasional EITI. Permohonan tersebut akan menjelaskan kronologi penyebab gagalnya Indonesia menyelesaikan Laporan EITI 2014 pada tahun 2016. Untuk memperkuat pengajuan permohonan, Tim Pelaksana juga akan menjelaskan berbagai kemajuan dari pelaksanaan EITI di Indonesia seperti tindak lanjut rekomendasi Laporan EITI 2012-2013 dan penyelesaian roadmap Beneficial Ownership. Ketua Tim Sekretariat EITI, Edi Tedjakusuma mengatakan sampai saat ini belum pernah ada negara yang pengajuan permohonannya diterima, namun usaha ini perlu dilakukan oleh Tim Pelaksana EITI. Edi menambahkan bahwa EY harus dapat menyelesaikan Laporan EITI 2014 pada akhir Februari 2017 karena EITI Board Meeting atau Rapat Dewan EITI selanjutnya dijadwalkan pada tanggal 8 Maret 2017. Indonesia harus dapat menyelesaikan Laporan EITI 2014 sebelum berlangsungnya acara tersebut karena pemberian sanksi suspensi secara resmi dilaksanakan saat berlangsungnya Rapat Dewan EITI.